Kasaran nya sudah 8 bulan yang lalu sejak aku menebak bahwa aku
bertemu dengan seorang perantau muda, yang sebaya dengan ku. Di perjalanan ku
menuju tempat rantau ku, di tepat duduk didepan ku, tapi entah karna apa
petugas menyuruh nya pindah tempat duduk nya, itu seperti larangan untuk ku
untuk tidak memperhatikan perantau itu.
Setelah sampai di kota rantau, aku sibuk
dengan urusan ku sendiri dan pasti, sudah pasti perantau itu juga akan sibuk
dengan urusan nya dikota rantauan nya, kota rantau yang sama denganku. Kota
rantauan ini sangat luas, dengan banyak kota-kota kecil dan kabupaten
didalamnya. Saat aku berada dalam urusan ku, siapa sangka, aku melihat lagi
perantau itu, meski dengan jarak yang jauh aku yakin itu dia. Dengan jelas aku
masih mengingat ciri-ciri nya, tinggi menjulang seperti pohon kelapa yang di
terpa angin.. agak membungkuk, rambut tebal yang hitam dengan potongan seperti
anak laki-laki pada umumnya, kulit yang putih namun tidak begitu putih seperti
orang cina atau jepang atau barat. Ya, jelas itu dia, aku yakin.
Suatu siang, panas terik sedang menerpa
kota rantauan ini. Aku bersama seorang teman sedang berjalan menuju tempat
tinggal ku. Kami berjalan-jalan-jalan dan ah! itu dia lagi didepan ku,
sepertinya dia punya urusan yang harus diselesaikan nya, dia mengambil langkah
yang panjang dan cepat, tapi tidak berlari. Dan dia berlalu..
Aku tidak mengingat dengan begitu jelas
tapi perhitungan ku, sudah lebih dari 3 kali aku berpapasan dengan dia ditempat
yang sama, atau didekat tempat itu, disebuah lahan tempat kendaraan beroda
empat di susun saat pengendara nya sedang berurusan. Apa ini? hahaha aku
menganggap nya sebuah kebetulan.
Pernah juga saat aku sedang berjalan
keluar untuk mencari makanan, saat itu hampir siang, belum tepat jam 12, aku
berjalan dengan temanku, entah kenapa aku menoleh kebelakang, dan ya aku
melihat perawakan perantau itu lagi, perantau yang tinggi itu. Dia mengenakan
pakaian luar warna coklat, seperti biasa dengan langkah panjang dan cepat nya,
aku sengaja memperlambat jalan ku supaya dia bisa mendahului kami. Hampir aku
berteriak karna senang bisa melihat punggungnya dari belakang. Dia pun
berlalu..
Sampai akhirnya aku tau nama nya, dan
jenis kegiatan apa yang dilakukannya disini. Sosial media, adalah salah satu
alat bantu ku menemukan nama nya. Terimakasih Teknologi..
Pernah dengan sengaja aku lewat tempat ia
biasa berurusan, aku lewat dan ah! dia sedang menghadap jendela menghadap ku
dan teman ku, sedang menuangkan air minum dari sebuah botol besar yang terbalik
sambil sedikit menunduk. Seketika aku langsung membuang pandangan, aku tidak
berani beradu tatap, entah dia melihat ku atau tidak, aku rasa aku harus
mempercepat langkah ku, harus, sebelum aku semakin salah tingkah. Suatu waktu
aku melakukannya lagi, sengaja lewat tempat ia berurusan, aku melihatnya lagi,
kali ini dia sedang berdiri didepan dengan seorang wanita, aku rasa itu
temannya, kelihatan nya mereka sedang menerangkan sesuatu kepada temannya yang
lain yang sedang duduk dihadapan dia dan teman wanitanya tadi. Dari ruangan
itu, dengan jendela disepanjang dindingan nya dengan tidak dipasangi gorden dac
dengan kaca bening sebagai penghalang aku melihat nya, aku rasa dia sempat
melirik keluar jendela dan ku harap melirik kearah ku, dan lagi lagi aku harus
cepat membuang pandangan ku, aku begitu mudah salah tingkah.
kisaran sebulan lalu.. perantau muda itu
berulang tahun, aku juga tau itu dari salah satu akun sosial media nya yang
membalas salah satu kiriman temannya yang mengucapkan selamat ulang tahun. Aku
bisa menebak kalau ini adalah kali pertama dia hidup tanpa dikelilingi
keluarnya, teman-teman nya, bahkan musuh-musuh nya. Dia sangat menawan, tubuh
nya tinggi menjulang seperti pohon kelapa diterpa angin, agak membungkuk.
Kasihan dia, pasti hanya sedikit orang yang mengingat hari bahagianya itu dan
mengucapkan selamat ulang tahun secara langsung kepadanya. Dan pasti, aku juga
akan merasakannya..
Bisa kurasakan, atau mungkin itu memang
terlihat saat dia berjalan, tepat nya saat berpapasan, dia dalam kesunyian. Dia
selalu menunduk, dan mengambil langkah-langkah lebar dengan kaki yang panjang,
dan kelihatan selalu terburu-buru. Ingin rasanya untuk sekedar ngobrol santai,
entah membicarakan apapun, yang penting berbicara dengan dia. Dia kelihatan
seperti orang yang pendiam, tapi sebenarnya juga tidak. Bisa kalian tangkap?
mungkin begini, dia hanya akan akrab atau bisa lebih bersahabat hanya dengan
orang-orang yang di anggapnya sudah dekat dengan nya. Dan aku.. mau menjadi
orang terdekat nya, berbicara mengenai apapun, terbahak bersama, membicara kan
orang bersama, makan bersama, jalan beriringan, duduk berdampingan, beradu
pendapat sampai tak mau bicara lagi, kemudian saling meminta maaf. Mungkin akan
menyenangkan.
Tapi kapan? aku tak punya alasan untuk
melakukan semua hal itu. Siapa aku? siapa dia? kami tak saling mengenal, aku
hanya sering melihat nya, sering memperhatikannya, sering memikirkannya, sering
ingin berpapasan, sering ingin memanggilnya dan aku harap dia begitu, setidak
nya pernah mengingat bahwa kami pernah berpapasan. Dari semua keinginan itu, jelas
yang paling ku ingin kan adalah berkenalan, tapi bagaimana itu bisa terjadi,
aku sama sekali tidak punya alasan untuk berkenalan. Mungkin sekedar mengagumi
saja cukup, sekedarnya saja.

0 comments:
Posting Komentar